Pupuk Anorganik: Definisi, Jenis, dan Cara Penggunaannya yang Tepat

Date:

Share post:

Definisi

Pupuk anorganik merupakan jenis pupuk yang berasal dari senyawa kimia buatan yang tidak mengandung unsur karbon. Pupuk ini dibuat melalui proses industri kimia dan umumnya digunakan untuk meningkatkan kandungan unsur hara tanah seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.

Jenis

Pupuk anorganik terdiri dari beberapa jenis, antara lain pupuk nitrogen (urea, amonium sulfat), pupuk fosfor (super fosfat, TSP), dan pupuk kalium (KCl, K2SO4). Selain itu, terdapat pula pupuk anorganik majemuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara seperti pupuk NPK (nitrogen, fosfor, kalium) dan pupuk SP-36.

Cara Penggunaan yang Tepat

Untuk menggunakan pupuk anorganik dengan tepat, petani perlu memperhatikan dosis dan metode aplikasi yang sesuai dengan jenis tanaman yang akan diberi pupuk. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan pupuk anorganik dan hindari penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan untuk menghindari kerusakan tanaman akibat over fertilization.

spot_img

Related articles

Manfaat dan Jenis-Jenis Pupuk Anorganik dalam Pertanian

Pupuk anorganik atau pupuk kimia merupakan salah satu jenis pupuk yang umum digunakan dalam pertanian. Pupuk ini memiliki...

Manfaat Dan Keunggulan Pupuk Anorganik Untuk Pertanian Modern

Pertanian modern membutuhkan berbagai macam teknologi dan input yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu input yang penting...

Pupuk Anorganik: Kandungan yang Perlu Diketahui, Unsur N Bukan Satunya

Pupuk anorganik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan kimia atau sintetis. Pupuk ini umum digunakan dalam pertanian karena...

Manfaat dan Kegunaan Jenis Pupuk Anorganik dalam Pertanian

Pupuk anorganik merupakan salah satu jenis pupuk yang digunakan dalam pertanian modern. Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara...